Kursi – Kursi “KEKAYAAN”

27 10 2011
kursi DPR

kursi DPR

Kesejahteraan rakyat sebenernya bisa tercapai ketika Wakil – wakil rakyat yang dipercaya ketika Pemilu berlangsung menjalankan amanat dan visi misi ketika mereka berkampanye. Toh, isi dari kampanye mereka kan baik – baik dan sangat “membahagiakan” rakyat kecil. Namun, apa mau dikata, kejadian yang sebenarnya adalah kebalikannya, ketika mereka telah terpilih dan mendapatkan kursi baik di Daerah maupun di Senayan, mereka langsung “AMNESIA” dengan apa yang sebelumnya mereka lakukan sebelum pemilu dimulai. 3-4 bulan bahkan 5 bulan sebelum pemilu, mereka rela untuk terjun kebawah bersama rakyat demi mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat.

Dan akhirnya, ketika mereka telah dilantik dan mendapatkan fasilitas yang  “WAH” , tidak ada lagi rumus bagi mereka  untuk bersentuhan langsung dengan rakyat, yang ada yaitu berkehidupan mewah dengan mobil Alpard atu sejenisnya dan duduk di kursi – kursi mewah yang ternyata sering “kosong” ditinggal penghuninya entah kemana. Baca entri selengkapnya »





Ketika nurani sudah mati

2 10 2010

dpr yang makmur

dpr yang makmur


harapan tinggi telah kita nanti – nantikan dari wakil – wakil rakyat yang duduk di sana, tapi kok udah sekian lama kita menanti harapan tersebut gak dateng juga. malah yang ada mereka asik berpesta pora bak bandar sedang menikmati ganja. miris memang kalo nurani sudah tertutup, bisikan malikat baik pun sudah tidak digubris lagi, hanya ada bisikan – bisikan setan yang dia dengar. Baca entri selengkapnya »





Mau dibawa kemana Indonesia kita?

21 08 2010


mengikuti perkembangan yang ada disekitar Pemerintahan Indonesia akhir – akhir ini, hanya bisa membuat kita sebagai masyarakat kecil mengelus dada dengan melihat tingkah laku wakil – wakil (yang katanya sih wakil rakyat kita), sepertinya mereka saat ini memang bukan fokus untuk membenahi kesemerawutan negara kita yang sudah kritis ini, tetapi malah sibuk memperkaya diri dengan mengajukan tunjangan – tunjangan yang bisa mereka dapat, bisa kita lihat baru – baru aja mereka menginginkan adanya rumah aspirasi yang nilainya mencapai 200 Juta rupiah. emang mau pake duitnya siapa pak???? Baca entri selengkapnya »