Namaku BINTANG

30 01 2011

bintang

bintang


Namaku Bintang, layaknya Bintang yang selalu bersinar terang di malam hari, Aku mencoba belajar bagaimana cara mengerti kehidupan ini. dimanapun Aku berada Aku ingin bisa menjadi penerang dalam kegelapan disaat Aku dibutuhkan oleh orang lain. Namun sayang, Aku diberikan Fisik yang kurang sempurna, kakiku tidak normal seperti manusia normal biasanya. jadi Aku harus menggunakan kursi roda untuk beranjak dan pergi kemana-mana. Alhamdulillah orang tuaku sangat sayang dan perhatian padaku, selalu ada dan selalu menyemangati raga ini walaupun kadang minder dengan kekurangan yang Aku miliki.

Aku sekolah layaknya teman-temanku kebanyakan, gak ada bedanya, yang membedakannya hanyalah satu, yaitu aku selalu di antar dan dijemput ketika berangkat dan pulang sekolah, karena aku tidak bisa pulang sendiri dengan kondisi fisik yang aku alami. Sering kali aku mendapat ejekan dan cemooh dari teman – teman sekolahku dengan menghina keadaanku saat ini.

Aku dari kecil sangat menyukai apa saja yang berhubungan dengan dunia komputer, memang sih aku saat itu belum mempunyai perangkat komputer dirumahku, namun aku tidak putus asa dengan mencoba belajar melalui televisi, acara – acara yang berhubungan dengan komputer di televisi aku tidak pernah ketinggalan, selalu aku ikuti dengan serius. sampai saat ini aku masih bergelut dengan dunia komputer dan waktu hidupku banyak berada di depan komputer kesayanganku. entah apa yang ingin aku kejar, yang pasti tujuanku hanyalah satu, yaitu ingin membuat anak bangsa penerus Republik ini menjadi pemuda – pemuda yang cerdas dan kreatif.

saat ini aku memang masih duduk di bangku SMA, yang katanya sih masa – masa SMA adalah masa – masa paling indah yang sayang untuk dilewatkan. tapi mungkin itu tidak berlaku untukku. dengan keterbatasan fisik, wajar jika aku tidak mempunyai banyak teman di sekolah, mungkin menurut mereka, buat apa berteman denganku yang bisanya hanya duduk dikursi roda dan bisa berjalan kalau ada yang mau membantu mendorong saja. namun di bangku SMA ini aku mempunyai seorang teman yang mungkin bisa dikatakan mengerti keadaan yang aku alami saat ini. Memang sih menurut dari kacamataku dia itu orangnya baik dan pintar. Nama temanku itu adalah Melati, rumahnya ternyata tidak begitu jauh dari rumahku, sekitar 500 meter saja.

selama Aku menjalani masa – masa SMA, dialah satu – satunya teman yang selalu ada untukku dalam keadaan susah maupun senang,selalu memberi motivasi ketika Aku sedang lemah dan selalu memberikan senyuman setiap kali bertemu denganku.Dia juga anak yang cerdas, buktinya juara kelas selalu dia raih dengan hasil yang memuaskan, beda dengan ku yang mempunyai nilai pas – pas an saja. Namun dia tidak sombong dengan hasil yang ia raih, dia juga selalu belajar komputer denganku, dia selalu menasehatiku tentang kehidupan yang saat ini aku jalani, dari gaya bicaranya Aku nilai dia adalah orang yang sangat bijak. berkata dengan sebenarnya tanpa ditutup – tutupi walaupun yang ia katakan itu pahit. Jujur Aku sangat nyaman bila berada didekatnya.

Ketika menginjak kelas 2 SMA, Aku terkejut ketika Melati berkata kepadaku kalau dia akan pindah sekolah, sebab Ayahnya pindah tugas di luar kota, terpaksa dia juga harus ikut pindah sekolah ke tempat kota ayahnya kerja tersebut. Aku hanya bengong mendengar ucapan melati tadi, aku tidak percaya kalau teman yang selalu ada disaat Aku senang dan susah harus pergi meninggalkan Aku. sebelum pergi dia berpesan kepadaku, dia berkata “Bintang, kamu adalah teman yang sangat aku banggakan, kamu bisa kuat menghadapi takdir yang kamu alami, gak semua orang bisa seperti kamu, jika aku dalam posisimu saat ini, mungkin aku juga tidak kuat menjalani kehidupan yang panjang ini, Semangat ya Bintang, Aku pergi bukan berarti aku gak ada buat kamu, aku selalu siap jika kamu membutuhkanku suatu saat nanti, dan jangan pernah mengeluh dengan keadaan ini ya Bintang”. itulah kata – kata terakhir yang aku dengar dari mulut melati sebelum dia pergi mengikuti ayahnya. Aku sadar bahwa melati adalah teman yang spesial, dia adalah sahabat karibku.

menjalani sisa pendidikanku di SMA tanpa seorang sahabat seperti melati, Aku merasa ada yang kurang, karena disaat Aku sedang lemah, tidak ada lagi orang yang memberi kekuatan kepadaku layaknya melati saat itu. Memang sih sampai saat ini aku masih bisa berkomunikasi dengan Melati, komputer bututkulah yang selalu menjadi teman penyambung antara Aku dan Melati, hanya melalui YM lah kami berkomunikasi. intensitas komunikasi aku dengan melati juga tidak seperti dulu ketika masih bersama di SMA. Aku maklum dengan kesibukan dia yang memang sangat padat.

suatu saat, mungkin Aku bisa bertemu dan bertatap muka lagi denganmu Melati, bersenda gurau dan bercerita pengalaman yang telah kita lewati, mengenang masa – masa SMA yang indah dulu dengan keterbatasan yang aku miliki. dan satu hal yang membuatku tegar, dia bisa menutupi kekurangan yang aku miliki saat itu dan aku menikmati layaknya orang normal kebanyakan yang bisa menikmati hidup dengan nyaman. Terimakasih Sahabatku. 🙂

(Tulisan ini aku buat untuk temankku yang jauh disana, yang pernah menyuruh aku untuk menulis cerita dengan judul “NAMAKU BINTANG”, semoga kamu masih ingat. 😀 )

Iklan

Aksi

Information

3 responses

1 02 2011
Edoh

Kereen….,

salam kenal…,

tetap semangat……
XD

11 05 2011
Eka Septi Puspita

hehe ^^ aku malah udah lupa nang…
but, ok ^^

btw, di tunggu episode 2 nya ya… hehe aku tantangin lagi nih…
mau mau mau?

ok ko, tulisan2 kamu…
yah, nulis itu kadang perlu bakat yang penting mah sering..
aku aja karna udah lama gak nulis jadi agak bingung mengolah kata…

ok., smangad. smoga one day, GAMED punya episode 2…. Ngerti nggak maksudnya ? hehe ^^

11 05 2011
monang21

oke.. ditunggu ya episode selanjutnya…. 😀
mau donk kalo dapet tantangan lagi… hehe..

Tinggalkan Balasan ke monang21 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: