dua nikmat yang sering dilupakan

22 05 2010
jam waktu

jam waktu

mungkin kebanyakan dari kita saat ini tengah disibukkan dengan berbagai aktifitas yang sangat menyita waktu dan tenaga. hari jum’at kemarin ketika khutbah jum’at, saya mendengarkan isi khutbah yang sanga menarik, topik yang diangkat adalah “gimana sih cara mensyukuri hidup ini”. mayoritas dari umat manusia sering terlupa dengan hal – hal yang mungkin mereka anggap sepele, padahal hal tersebut sangatlah penting dan menentukan dalam hidupnya.

apa sih hal yang di anggap sepele tersebut??
jawabannya adalah “Kesehatan dan Waktu Senggang”, kok bisa ya? dibawah ini ulasannya:

1. Kesehatan
Kebanyakan dari kita, ketika kita masih sehat wal afiat, kita jarang sekali mensyukuri nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh sang Pencipta, kita lalai ketika tubuh kita masih tegap dan sempurna, mampu melakukan apapun karena kita masih bugar dan stamina kita masih cukup, kita tidak menggunakan kesehatan ini untuk memperbanyak ibadah dan berbuat kebajikan. Tapi, ketika Sakit datang, semuanya menjadi berubah, kita tidak bisa melakukan aktifitas yang biasanya kita lakukan sehari – hari, nah, ketika sakit itulah kita baru menyadari akan pentingnya kesehatan, di saat sakit baru kita mengingat sang Pencipta dengan memohon kesembuhan. seringnya kita berjanji dan bersumpah jikalau sehat nanti akan melakukan ini, itu yang berorientasi dalam kebaikan. eh,, pas udah dikasih kesehatan, aktifitas kita kembali seperti semula lagi, lupa akan ucapan – ucapan doa yang dipanjatkan ketika sakit.
sebaiknya, “Jadikanlah kesehatanmu sebagai tonggak untuk menyebarkan virus kebaikan pada manusia”.

2. Waktu senggang
nah yang kedua ini juga sering di remehkan dari kebanyakan kita, waktu yang diberikan sang pencipta sangatlah cukup. dari waktu yang diberikan tersebut, kadang masih tersisa waktu – waktu senggang yang kita jumpai, mungkin banyak dari kita yang tidak bisa menggunakan waktu senggang tersebut, kita malah lalai dengan waktu senggang yang diberikan,kita lakukan dengan bermalas – malasan. kadang pekerjaan yang belum terselesaikan, sering ditunda – tunda untuk dikerjakan, ketika waktu senggang datang juga kita malas untuk mengerjakan pekerjaan yang belum terselesaikan tersebut, akibatnya pekerjaan menjadi menumpuk dan seringnya pekerjaan tersebut dikerjakan ketika waktu deadline nya sudah sempit,
contohnya seperti ini:
pelajar/mahasiswa kebanyakan, mereka belajar hanya ketika besoknya akan diadakan ulangan/quis, tapi jika tidak ada mereka tidak belajar, dan puncaknya, ketika ujian semester datang, mereka baru melakukan persiapan untuk menghadapinya,, mereka menggunakan pola belajar SKS (Sistem Kebut Semalam), jelas cara seperti ini sangatlah tidak efektif, seharusnya mereka belajar ketika mata pelajaran tersebut telah diberikan dan di rumah dibaca kembali, dan pergunakan waktu – waktu luang untuk memahaminya kembali, kebiasaan menunda – nunda itu yang tidak baik, hanya menjadikan masalah dan pekerjaan menjadi menumpuk saja.

kesimpulannya, kita harus mensyukuri kesehatan yang telah diberikan sang pencipta kepada kita dan kiat harus pintar memanfaatkan waktu luang dengan mengisinya dengan suatu kebaikan yang dapat menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi.

Iklan

Aksi

Information

9 responses

22 05 2010
achoey

Bener bgt sobat
Skrg saya malah agak kurang enak badan
Dan saya selalu saja membiarkan diri telat makan πŸ™‚

22 05 2010
monang21

semoga sobat cepet sembuh ya…
tetep semangat sob… πŸ™‚

22 05 2010
achoey

Moga kau sehat selalu sobat πŸ˜€

22 05 2010
monang21

amien…

24 05 2010
MT

ya, itulah 2 hal yang jarang kita syukuri. Tulisan kamu merupakan cara untuk melawan lupa! jabat erat!

24 05 2010
monang21

iya, kita memang harus selalu mensyukuri apa yang telah diberikan.
salam kenal juga. πŸ™‚

25 05 2010
arbhirawanto

Alhamdulillah…., dr membaca artikel ini…., mudah2an dpt menambah rasa syukurku pd Allah SWT..
Sukses selalu Dik…

http://arbhirawanto.co.cc/

25 05 2010
monang21

amien…
makasih mas…
salam kenal
πŸ™‚

25 08 2010
Yusuf al-Fajri

Ibnu Mas’ud pernah berkata: β€œUsiamu semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datng secara mendadak. (Al-Fawaid, 147)

Tinggalkan Balasan ke monang21 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: